Kata2 pertama yang sebenarnya ingin saya tulis disini adalah…
SEBAL
yahh, berhubung saya orangnya sopan, niat buruk ini pun saya urungkan…
Lha? Lalu hubungannya sama judul postingannya apa?
Hoho..bersabarlah..Begini ceritanya…
Cerita ini menyangkut peristiwa saat ada acara pulang basamo yang baru2 ini saya ikuti. Ada sedikit rasa bersalah juga sih saat saya menuliskan kisah ini karena sebenarnya uneg2 ini belom secara langsung saya sampaikan kepada pihak penyelenggara (Maaf, panitia)
Jadi, pada awalnya, saya dapat info tentang acara mudik bareng yg dilaksanakan sebuah institusi (halah). Berhubung teman2 seperjuangan saya umumnya ikutan dan tarifnya lumayan murah (biasa aja sih), saya pun ikut acara mudik bareng ini.
Awalnya, kepulangan kami dijadwalkan pada hari Sabtu, 27 Sept 08 dengan pesawat BOEING 737 (yup, boeing, sodara2). Sampai hari kamis, 2 hari sebelum berangkat, hati saya masih senang, riang dan gembira.
Namun, memang tiada kebahagian yang sejati di dunia ini (halah), hari kamis datanglah pemberitahuan bahwa mudik bareng ini akan dilakukan dengan pesawat HERCULES (yup, hercules, sodara2) dan penumpang dikenai BIAYA TAMBAHAN (arghhh..gapapalah, cuma 80ribu). Tambahan pula, pulangnya diundur jadi hari Minggu, 28 Sept
(
Ahhh, ditengah badai UTS Sisken (dan UTS Elka yang nyaris kejadian), beli tiket pesawat ke travel agent ekivalen susahnya sama jalan2 ke Neptunus. Ya udahlah, saya terima kenyataan yang ada.
Hari Jumat. Ternyata, kebahagian memang selalu ada untuk orang2 seperti saya, yang selalu bersabar. Datanglah kabar kalo si mudik basamo ini bisa dilakukan dengan om BOEING. Senangnyaaa. Tapi, ujung2nya, penumpang musti bayar 120ribu sebagai biaya tambahan. Gapapa, asalkan sama BOEING, worth it.
Datanglah hari Minggu yang dinanti2. Dengan wajah ceria, saya menenteng bawaan (1 ransel, 1 koper). Perjalanan sampai ke Lanud Halim pun ditempuh dengan hati senang.
Sesampainya di Halim, datanglah berita buruk, lebih tepatnya pada waktu di bis yang mengangkut penumpang dari ruang tunggu ke pesawat, bahwa pesawat yang digunakan adalah HERCULES (yup, hercules, sodara2, hercules yang itu..arghhh)
Namun, kondisi waktu itu belom worst part-nya karena saya belom tau seJELEK apa si hercules ini. Yang saya tau cuma sebatas, jelek. Sesampainya di pesawat, GOSH, lebih dari yang saya bayangkan (bukan lebih baik).
Tau pesawat buat latihan terjun payung kan? (kalo ga tau,nonton vidclipnya Ada Band). Ya, itu Hercules. Tempat duduknya ada 2 banjar (apapunlah) yg berhadapan seperti di angkot. Karena penumpangnya banyak, koper2 pun disusun di antara ke dua banjar tsb sbg tempat duduk tambahan (wow). Itupun masih belum cukup buat semua orang duduk. Akhirnya, beberapa orang ada yang duduk di lantai, beberapa lainnya berdiri bergelantungan (yup, bergelantungan, seperti yang biasa dilakukan di BUS). 2jam 30 menit bergelantungan, yeah. Mana ga ada seat-belt, panas, ah lebih parah daripada naik bus kelas ekonomi (suerr).
Yang saya sayangkan, kenapa keputusan mengenai pesawat yang akan digunakan begitu cepat berubah-ubah. mana sih profesionalitas (bener ga ya?) panitia atau orang2 di Lanud Halim? Kalo ada perjanjian hitam diatas putih, seharusnya nasib penumpang ga segitu merananya lah. Apa karena kita masih mahasiswa jadi bisa ‘dipatelean’ seenaknya? Udah dapat pesawat bobrok (sorry), jauh dari kata nyaman, mahal pula. FYI, harga tiket Batavia ke Padang CUMA 837ribu (bandingkan dgn tiket pulang basamo yang 875ribu) yang, jelas, dari segi kenyamanan lebih baik dari pada sebuah pesawat Hercules. Tambahan lagi, petugas yang bertugas di Lanud Tabing bisa dibilang (sangat) kasar, seenaknya mendorong salah seorang penumpang, cewe UKM 2005.
Satu lagi, saran, daripada bikin kaos panitia, mending harga tiketnya diturunin deh atau mungkin bisa dialokasikan ke hal2 yang lebih berguna. Okelah, panitia butuh balas jasa, tappi ga dengan membuat kaos sebanyak itu, yang pada akhirnya dibagi2in buat doorprize.
Mau protes, ga tega ngelihat muka panitia yang nampak begitu lelah (dan merasa bersalah). Tapi,okelah untuk ukuran acara yang pertama kali dilakukan, belum ada pengalaman. Mudah2an bisa jadi evaluasi untuk kegiatan berikutnya.
Yeah, disinilah saya sekarang, Padang, diantar oleh mas Hercules
-Maaf nih buat panitia pulang basamo. Maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan-