Blog Saya

28 December 2008

Maker UKM = Kenyang

Filed under: Uncategorized — kikirizki @ 10:35 am

Jumat, 26 Des lalu Calon UKM 2008 ngadain acara Malam Keakraban UKM. Acaranya sih biasa aja, tapi ada tiga point yang menurut saya istimewa:

  1. UKM 2006, 2007 dan 2008 pada perang baju angkatan.Huhuhu.Dan kita2 [2006.red] pake baju angkatan baru dong :D [tapi, kegedean :( (]
  2. Pas ada kata sambutan dari ketua MaKernya, beliau bilang gini, “Ya, acara ini adalah acara terakhir yang dapat kami persembahkan sebelum Pelantikan”.What?? Hadoh..hadoh..Masa kabar pelantikannya udah bocor sih? Ga asik ah.. Padahal kan pelantikannya diadakan tanggal xx :D
  3. Makanannya banyak banget, sumpah! Pertama kali si piring2 itu diedar, pas liat isinya, buset banyak bet porsinya [hohoho..tenang2 masih ada space..hihihi]. Yummy pula. Kenyanggg.. Pas akhir2 waktu makan, ternyata masih ada piring2 tak bertuan yang belum dijamah. Jelaslah, si piring tak bertuan jadi sasaran cewe2 UKM [habis biasanya, selesai makan berat = selesai makan sama sekali, ga bakal ada makanan lain]. Hohoho.. Gembul, gembul!

Trus pas minumannya dibagikan, itupun banyak banget! Saya aja sampe kebagian 3 gelas :) )

Kirain acara ‘makan2′nya udah kelar, tak disangka panitianya bagi2in makanan lain [jelly, buah, dll]. Grrr! Saat itu saya udah kenyang banget. Udah ga sanggup diisi lagi. Hiks. Ga bisa nyicip :( (

Two thumbs up buat Danus MaKernya [anak STEI lho]. Sebenernya sih saya udah tau kalo dari sebulan yang lalu, target dananya udah tercapai sama si Danus2 ini. Wow. Tapi, ga kebayang kalo hasilnya bener-bener jadi ’surga makanan’ gitu. Massa UKM yang datang pasti banyak, soalnya jarang2 ada acara keakraban di UKM. Apalagi melihat kebiasaan ank2 UKM yang rajin dateng kalo ada makanan gratis, bisa bejibun yang datang. Yang dateng, mungkin sekitar 150 orang [jumlah yg cukup besar buat dikasih makanan gratis sebanyak itu].

Heuheu. Sepertinya anak2 kreatif ini bisa dimanfaatkan buat Danus Dies Natalis.

23 December 2008

Sifat Cewe yang Bikin Pusing :))

Filed under: Uncategorized — kikirizki @ 10:13 pm

Tapi, saya ga ngerasa gini kok :D

Budi dan Ani adalah tipikal pasangan pacar orang Sunda di mana sang pria
memiliki panggilan ‘Aa’ dengan wanitanya ‘Neng’.
Satu bulan pertama, bagi Budi dan Ani, adalah surga.
Mendekati 9 bulan pacaran, drama dimulai.

1. Cemburu
Ani menatap Budi dengan tajam. Kedua tangannya melipat defensif,menunjukkan
sikap penuh permusuhan.
Budi sedang mengonsumsi dosis harian menerima semprotan Ani.
Satu isu kecil dapat berubah menjadi letusan gunung.
“Kenapa semalem Neng nelepon gak Aa’ bales?”
“Geulis (cantik)?, soalnya Aa’ semalem baru pulang jam 2.”
“Ngapain aja?” Mata Ani semakin tajam , membuat Budi merasa seperti imigran
gelap yang sedang diinterogasi petugas imigrasi.
“Aa’?Aa’ semalem kan siaran.”
” Kan sampe jam dua belas.”
“Abis itu, mengantarkan pulang Risa.”

Kesalahan terbesar kebanyakan pria adalah kejujuran.
“Enak amat yah jadi Risa. Dianter kamu pulang malem-malem. Padahal kan dia
bukan pacar kamu.”
Matanya semakin hostile.
Budi menggaruk-garuk kepalanya.
Dia mulai mengerti maksud omongan Ani.
Sudah saatnya wanita bersikap mandiri dan mampu pulang sendiri ke rumahnya
di tengah malam melewati gang-gang penuh preman, maling pemerkosa.
Belum lagi resiko dicabik-cabik anjing liar gila.
Di tahap ini, pembantu Ani yang berprofesi ganda sebagai pengamat sinetron
Indonesia secara transparan berpura-pura tidak menguping pertengkaran.
“Daerah rumah dia kan Cikaso. Gak aman.”
“Suruh dia pindah rumah dong. Biar kamu gak perlu anter-anter,” ujar
Ani sambil mengabaikan beberapa faktor kecil seperti:
a. Bahwa mencari rumah baru sulit
b. Harga rumah mahal
“Neng kenapa sih mesti cemburu?”
“Cemburu? Neng gak cemburu. Siapa yang cemburu? Apakah Neng terdengar
seperti orang yang cemburu? Menurut kamu ini cemburu? Menurut kamu Neng
cemburuan? Nggak!” dengan desibel yang meningkat dari 8 kali level normal
dengan dahi berkerut.

2. Dominasi
Ini adalah agenda keseharian Budi.
Pagi – Antar Ani ke kampusnya.
Siang – Mendatangi Ani di kampusnya, makan siang bersama.
Sore – Menjemput Ani dari kampus.
Malam – Menelpon Ani.
Budi mulai jengah dengan aktivitas yang menuntut mobilisasi tinggi ini. Dia
mengusulkan agar Ani juga pro-aktif untuk pergi ke kampus Budi sesekali dan
mengurangi frekuensi pertemuan.
“Neng, kalo kayak gini terus, Aa’ bisa cacat permanen dan jatuh miskin.”
“Katanya sayang?”
“Gak mesti tiap hari kan ketemuan?”
” Kan kangen A’.”
“Kalo Neng kangen, ya Neng juga dong sekali-kali pergi ke kampus Aa’.”
“Nggak. Aa’ aja yang ke kampus Neng.”
“Ntar Aa’ kecapekan.”
“Kalo sebaliknya, Neng dong yang kecapekan.”
“AAAARRRGGGHHHHHHH”

3. Sensitifitas
“Neng keliatan gendut gak sih Aa’?”
“Nggak.”
“Liat dong ke Neng kalo bicara.”
“Oke.”
“Gendut ah.”
“Nggak kok sayang.”
“Gendut.”
“Ya mungkin sedikit perlu fitness kali ya?”
“JADI MENURUT AA’, NENG GENDUT? TEGA!”
“Loh?”
“Apa liat-liat?”
“Tadi katanya disuruh liat.”
“Liatin saya gendut?”
“Aa’ minta obat tidur…4 butir…please.”
“Buat?”
“Bunuh diri.”
“Kenapa mau bunuh diri? Malu yah punya pacar gendut?”
“ARRRGGGHHHHH! !!”

4. Drama-drama- drama
“Halo?”
“Halo? Aa’ ya?”
“Iya sayang, Neng, Aa’ gak bisa ke rumah malem ini gak apa-apa ya?”
“Kenapa?”
“Aa’ mau pergi sama temen-temen. Bimo ulang tahun dan mau nraktir makan.”
“Nggak. Aa’ ke sini sekarang juga.”
“Tapi Neng, semua anak-anak pada ikutan.”
“Jadi Aa’ lebih seneng bergaul sama temen-temen Aa’ daripada sama Neng?”
“Bukan gitu, ketemu kamu kan udah tiap hari. Bimo ulang tahun kan cuman
sekali setahun.”
“Bilang aja lebih sayang Bimo ketimbang sama Neng.”
“Nggak kok, kamuh gak nangkep nih esensinya.”
“Saya cuman sapi gila yang kamu gandeng kemana-mana. . ya, kan ?”
“Sapi sih nggak ya..”
“Hu hu hu.. udah gak ada yang sayang lagi sama Neng di dunia ini..”
“Ehm…cup cup sayang…duh, bageur…”
“Neng mending mati aja sekalian… giles aja Neng sekalian sama truk ayam,
A’.”
“Aduh Neng, ini bukan masalah yang besar kok, cuman semalem aja.”
“Kalo bukan masalah yang besar berarti Aa’ bisa ke sini, kan ?”
“…..”

5. Teman
“Saya gak suka sama sahabat-sahabat kamu. Yang satu bau. Yang satu logat
Sumateranya nyeremin dan yang paling Neng gak suka, yang paling deket sama
kamu itu… tukang maenin cewek!”

6. Makna ganda
Budi mulai menyadari perkataan Doni di UNJAT dulu bahwa terkadang wanita
bisa menjadi makhluk yang kompleks. Mereka berjalan-jalan di shopping mall.

Minggu depan adalah ulang tahun Ani.
“Ih, bagus ya Budi yah sepatu ini,” ujar Ani menatap sepasang sepatu.
“Kamu mau Aa’ beliin ini untuk ulang tahun kamu?”
“Nggak lah nggak usah.”
“…Oke…” Budi melanjutkan jalan-jalannya, meninggalkan Ani yang masih
berdiri di depan etalase sepatu.
“Kok segitu aja?”
“??”
“Paksa dong bujuk Neng supaya mau.”
“Kamu tadi baru bilang bahwa kamu nggak mau.”
“Iya, tapi bukan berarti saya gak mau, kan ?”
“Jadi kalo kamu bilang gak mau, itu artinya kamu mau?”
“Belum tentu juga.”
“Kalo kamu bilang mau, itu artinya kamu gak mau?”
“Belum tentu juga.”
Garuk. Budi garuk-garuk.

“Aku Ingin Mencintaimu dan Dicintaimu dengan sederhana”

Filed under: Uncategorized — kikirizki @ 9:22 pm

Ga ada angin, ga ada ujan, tiba2 inget pembicaraan antara saya dan seorang kerabat [ceile]
Saat itu, tahun yang lalu, si Mbak yang biasa saya panggil Uni ini baru saja menikah kemarennya.

Uni: Dek, tau ga pas Uda ngelamar Uni, sebenernya Uni nolak
Saya: Hah? Kok nikah? Lupa kalo udah nolak?
Uni: Hahaha..Soalnya dia keukeuh, ga nyerah2, jadi gemes (sambil senyum2…najong)
Uni: Suatu hari, dia nungguin Uni pulang. Trus di parkiran, dia bacain puisinya Sapardi itu tuh
Uni: Yang judulnya ‘Aku Ingin’ (senyum2 lagi..bahh)
Saya: Halah..Gombal kaliii..Biasa aja ah puisinya
Saya: Dasar cewe
Uni: Situ bukan? Kapan nyusul?
Saya: Mau adopsi anak aja :p :p
Uni: ??? Tanteeee…anakmu sakit jiwa

Yah, bingung, sumpah bingung! Bahkan seorang ’saya’ pun tau kalo pernikahan itu bukan main-main. Kok bisa sih mau diajak nikah gara2 dibacain puisi doang. Bohong banget. Dasar cewe!

Hari ini:
Tiba-tiba kepikiran buat googling, nyari2 si puisi “Aku Ingin”
Hasilnya,

AKU INGIN

Oleh : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Haha..Percaya atau tidak, saat ini, saya udah lebih berperasaan. Saya mulai paham yang dimaksud oleh sang penyair [ceile].
Tapi, konteksnya lebih ke religius dibanding romansa [entah kenapa..Mungkin karena habis baca blog Fanny :D ]

Awalnya saya bertanya-tanya, seperti apa sih cinta yang sederhana. Apakah itu berarti tidak menuntut, namun murni mencintai? [najong, ga pernah gw sepuitis ini] Atau, tanpa syarat seperti yang sering diucapkan di film2 India? Bingung, bingung ku memikirkan…

Setelah membaca baris dua dan tiga, mulanya, malah kesan ’serem’ yang saya tangkap. Untung minum combantrin [ketularan Sigma].
Entah otak saya tumben bener, entah karena otak ini kangen dipake mikir, entah karena internet tiba2 mati, saya mulai menafsirkan sajak tersebut menurut interpretasi saya.

Entah kenapa, sajak ini tiba-tiba menarik ingatan saya kepada yang mencintai saya sepanjang hidup saya.
Yang rela berbuat apa saja demi membuat saya bahagia.
Meski yang diperbuat justru menghancurkan dirinya sendiri. [yak, cinta ini membunuhku kalo kata D'Masiv, band favoritnya Beben dan Ai]
Tanpa menuntut saya untuk mencintai mereka.
Tanpa meminta imbalan dari semua kasih sayang dan perhatian yang dicurahkan kepada saya.
Tanpa membuat saya terbebani dengan cinta mereka.
Tanpa membuat saya terkekang dan merasa dikurung oleh cintanya.
Ya, orang tua saya.
Seumur hidup saya, saya benar-benar merasakan rasa cinta yang begitu sederhana dari orang tua saya.
Alhamdulillah.

Simple…
Mereka berucap pada saya dengan bahasa sehari-hari, bahasa yang biasa kita pakai, bukan kata2 manis ataupun kata formal karena saya merasa akrab, merasa dekat, tanpa perasaan segan.
Mereka berlaku wajar pada saya, tanpa perlakuan berlebihan karena mereka ingin saya menjadi orang yang mandiri, membiarkan saya memilihjalan hidup sendiri, tanpa kemanjaan, tanpa membuat saya egois.

Ada lagi yang membuat saya merasa dicintai dengan sederhana walau saya ‘ogah-ogahan’ kalo ketemu Dia,
walau saya ‘males-malesan’ kalo disuruh berbicara denganNya,
walau berat terkadang hati saya untuk melaksanakan pinta-Nya.
Dia? ya, tanpa keluh kesah, semua kebutuhan saya tetap diberiNya, apa yang saya pinta dikabulkanNya,
walau Dia tau perhatian saya telah terbagi pada yang lain, membuat saya merasa malu bertemu denganNya setelah saya sadar betapa sederhana cinta yang Dia berikan.
Malu saya. Namun, saya berusaha untuk membalas cintaNya seperti yang sebenarnya Dia harapkan.
Semoga saya dapat menjadi orang yang pantas menerima cintaNya.

Tapi,pengen juga dibacain puisi ini :) )

14 December 2008

Lari Pagi Ter…

Filed under: Uncategorized — kikirizki @ 8:21 am

Yap, subuh pagi ini, saya berinisiatif buat lari pagi di Saraga. Sebenernya sih emang bakal ada latihan atletik, tapi jam 7. Males banget kalo larinya baru jam 7, kesiangan ah [padahal biasanya lari jam 7.30]. Selain itu, jam 7 udah rame banget! Buset dah, jangankan buat ‘lari pagi’, ngesot pagi aja susah. Yah, cukup ngomongin masalah jam 7…
Buat saya, lari pagi kali ini lumayan banyak menyebet predikat TER…
1. TERPAGI
Hohoho..[Atau tersubuh ya?] Jam 5.30 :D
Setelah 2 tahun lebih di ITB, inilah lari pagi ‘terpagi’ saya. Biasanya sih jam 7 atau jam 8.

2. TERSEPI
Yaeyalah, secara masih jam 5.30.

3. TER-ANSOS

Di subuh yang sesunyi ini, aku sendiri, tiada yang menemani.

Yap, biasanya sih bareng temen2. Pernah juga sendiri, tapi pas di track selalu ketemu temen yang lain. Kali ini, ga ketemu :( (

4. TERLAMA
1,5 jam!!! ARGGGHH..Itu udah keitung sungguh teramat sangat lama sekali untuk ukuran orang yang belom siap UTS Kesling, Medan, Praktikum Sisken :(

5. TERPAKSA
Uhhh…Demi Kenny :( (

6. TERCAPE
11+2 keliling [setara dengan 5,2 Km]…Hiks…

7. TERBENGONG+TERSABLENG
dari 1,5 jam, waktu efektif yang kepake buat lari cuma sekitar 50 menit. Sisanya, dipake buat bengong, nyari2 temen2 yang dikenal [cuma nemu satu, dan itu pun .... ahhhh], lirik kanan-kiri, nyari2 sesuatu yang menarik, ketawa2 lihat gerakan senam di Saraga [waktu itu lagi oke2nya diiringi lagu 'OK'] yang konon emg rada ‘antik’ gerakannya. Ga penting memang.

8. TER’BAIK’
Pulang2, jam 7, tiba2 dicegat segerombolan Mahasiswa TI ITENAS.
Anak itu: “Mbak, mbak, mau minta tanda tangannya dong”
Saya: [Ahh, akhirnya, datang juga masa2 ini :) )] “Buat apa?”
Anak itu: “Buat ospek. Ntar kita bayar tanda tangannya pake air mineral deh”
Saya: [Apa?? Tanda tangan gw cuma seharga air mineral??] “OK”

Yah, begitulah saya, suka berbuat baik dan beramal…

Medan-an lagi ahhh

7 December 2008

Mari Ngerjain Tugas J2ME [Episode 1. Install software & Bikin Project]

Filed under: Uncategorized — kikirizki @ 10:04 am

Osh! Buat yang lagi ngerjain PR, Tugas, atau apapun namanya dari DIVKOM, semangat ya… Yang nanya, pasti saya ladeni dengan baik kok :D
Dari kemaren, banyak banget yang minta diajari [padahal, saya cupu]. Nah, buat yang ga dateng, gini nih langkah-langkah buat ngoding J2ME:
1. Persiapan software yang mau dipakai
Software pertama yang harus ada adalah Java Development Kit (JDK) [Java Runtime Environmentnya udah ada di dalam sini, tapi entah kenapa masih dikasih intaller JREnya] dan Sun Java Wireless Toolkit (WTK). Atau bisa juga JRE dan WTK saja.

2. Mulai ngeinstall
Di beberapa komputer/laptop, kadang udah ada JDKnya. Jadi, coba dulu urutan instalasi JRE&WTK (jadi, JDKnya ga usah dulu).
Kalo pas instal WTKnya gagal, perlu install JDK berarti.
Note: WTK tuh gunanya nanti buat compiling, simulasi, sama packaging. Sebenernya, bisa diganti bahan lain, jika bahan WTK tidak tersedia (misal diganti NetBeans). Harusnya sih sama sadja, lha wong sama-sama dari sun microsystem :D [belom tau bedanya]

3. Bikin Project
Setelah WTK terinstall dengan baik, barulah proses ngoding jadi lebih afdhol [bacot] karena source codenya udah bisa di-compile, disimulasi dan di’bungkus’ jadi .jar dan .jad.

- Buka Wireless Toolkit 2.5
Lalu klik New Project (artinya kita bikin project baru), trus dialog box sbb:
j2me1
Project Name pastinya diisi sama nama project yang ingin dibuat, jadi terserah mau ditulis apa. Sementara, MIDlet Class Name terserah diisi apa dan harus diinget. Soalnya, MIDlet Class Name ini harus sama dengan nama file .java yang dipakai sebagai source code nanti.

- Akan muncul dialog box:
j2me21
Nah, biasanya settingan yang muncul disitu adalah default settingnya. Untuk kali ini, langsung di-klik OK aja.
[Nama postingan ini adalah 'Mari Ngerjain Tugas J2ME', bukan 'Mari Belajar J2ME' :) ]

- Lalu, tampilan WTK jadi seperti ini:
j2me31
Perhatikan, direktori tempat project disimpan (lebih tepatnya, direktori tempat Source Code Project ini disimpan) tertulis pada baris kedua pada WTK tersebut.
Pada kasus ini, direktori tempat project disimpan adalah D:\Co C\WTK25\apps\Tugas1
Dalam folder Tugas1 ini, akan ada folder:
a. src : digunakan untuk menyimpan file source code (.java)
b. res : digunakan untuk menyimpan file-file lain yang akan digunakan atau bisa juga disebut gallery/media (misal, file .jpg)
c. bin : jika nanti project ini telah selesai dan di’bungkus’ dalam bentuk .jar dan .jad, maka file .jar dan .jad itu akan otomatis tersimpan disini
d. lib : buat library java tambahan

- Buka folder src, simpan file source codenya disini [Ingat, ekstensi file source codenya adalah .java, bukan .java.txt].
Atau bisa juga dengan klik kanan->New->Text File.
Rename text filenya dengan ekstensi .java.
Yang perlu diperhatikan adalah nama file .java ini harus sama dengan MIDlet Class Name tadi (dalam kasus ini, namanya jadi tes.java).
Buka file .java tersebut dan selamat ngoding :)

- Tentang ngoding:
Source code diawali dengan ‘header’ [apapunlah namanya], yang kalo di J2ME itu, contoh tulisannya:
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;

Nah, yang penting buat diinget itu adalah baris setelah si header ini, yaitu:
public class tes extends MIDlet implements CommandListener

Perhatikan bahwa class tersebut diberi nama ‘tes’, HARUS SESUAI dengan MIDlet Class Name dan nama file .java tadi.

Trus, pada bagian konstruktor kelas ini, pada code
public tes()
juga dituliskan ‘tes’ sesuai dengan nama class [ya klo ga sesuai, kapan class nya dikonstruksi dong?]

Aduh, pusing baca tulisan sendiri. Maaf, kalo penjelasannya malah bikin pusing :D . Uh, gapapa, yang penting usaha. Hehehe..
Kalo mau nanya, sok aja, langsung tanya ke saya atau teman-teman programming yang lain [Ndox, Arta, Baim, Kak Efri, ato kakak programming 2005 yang baik hati]
Kalo mau tanya soal coding atau debugging, tanya langsung aja ke saya. Ribet kalo dijelasin disini.

3 December 2008

Mama, jangan nangis ya

Filed under: Uncategorized — kikirizki @ 11:09 am

Gapapa kok, Ma…
Aku ga shock kok, cuma agak kaget aja
Kadang kita diatas, kadang kita dibawah
Temenku juga ada yang gitu

Gapapa…
Aku bakal belajar ngerjain kerjaan rumah
Bakal belajar masak
Ga bakal manja lagi
Ga egois lagi
Biar bisa bantu Mama kalo aku pulang
Kan sekarang udah ga ada si Uni
Titip salam ya sebelum si Uni pergi

Gapapa, Ma…
Aku bakal jadi kakak yang baik
Ga berantem lagi sama Adek
Adek udah bikin PR belom?

Gapapa kok…
Kan kita jadi punya rumah baru
tetangga baru
siapa tau aku dapet kecengan baru
Aku ga bakal minta yang aneh-aneh
Apa honorku buat Mama aja?

Gapapa kok, Ma…
Aku ga nangis kok
Ga tau nih, tiba-tiba matanya basah
Ga bakal nangis kok
Soalnya, kalo aku nangis pasti Mama ikut nangis

Gapapa…
Disini temen aku banyak
Baik-baik pula
Kalo sekedar numpang nangis, bisalah

Gapapa, Ma, suer…
Mama jangan nangis ya
Ntar adek ikutan nangis tuh
Klo udah gitu, aku pulang aja ya?
Kan Mama lagi butuh aku
Aku kangen Mama
Satu pelukan aja juga boleh

Mama, aku puas-puasin nangisnya dulu ya
Supaya nanti aku jadi biasa dengan kondisi kita sekarang
Supaya nanti aku bisa ketawa kalo kita ngomongin masalah ini lagi
Mungkin reaksi kita terlalu berlebihan karena kaget ya?

Blog at WordPress.com.