Hari ini, ketika saya, Ai, Gilang dan Naud belajar el*a di KFC Dago, tiba-tiba topik pembicaraan [yang awalnya tentang regulator tegangan] berbelok menjadi masalah ‘cemburu’.
Ya, cemburu.
Cemburu tanda cinta, oke.
Cemburu bisa berfungsi sebagai perekat yang bisa membuat sepasang kekasih untuk tetap setia, ya mungkin ya [dapet dari hasil googling].
Tapi, yang akan saya bahas bukan makna dari kata ‘cemburu’ [Buat apa? Males juga
], namun penggunaan dari kata ‘cemburu’.
Nah, ketika pembicaraan berkedok belajar el*a ini udh mulai ngaco, tiba-tiba malah jadi ngebahas:
(i) Misal ada si A, B, dan C
(ii) Si B dan C misalnya pacaran nih
(iii) Nah, si A cemburu sama si B
Arti dari pernyataan (iii) menjadi perdebatan.
Dua orang mengartikan:
Si A sebenernya suka sama si C. Jadi, si A cemburu sama si B
Dua orang sisanya mengartikan:
Si A jusru sukanya sama si B. Jadi, si A cemburu sama si B
[Note: masih belum terlambat untuk berhenti membaca postingan ga penting ini.]
Saya sendiri mengartikannya sesuai pendapat kedua.
Kedua kubu kekeuh mempertahankan argumen masing-masing.
Ternyata, penggunaan kata ‘cemburu’ ini menimbulkan keambiguan.
Mungkin biasanya, keambiguan ini tidak terlalu diperhatikan mengingat penggunaan kata cemburu ini erat dengan hubungan pria-wanita.
Maksudnya, sebagai contoh, Amin dan Iyem pacaran. Perhatikan kalimat:
Amin cemburu pada Iman karena Iman sering mengantarkan Iyem pulang.
dan
Amin cemburu pada Iyem karena Iyem sering diantar Iman pulang.
Sekilas, saya sih menganggap keduanya sama aja.
Lha, yg pasti artinya si Amin ga suka si Iman deket-deket si Iyem [asumsi, bangsa kita masih punya cukup moral sehingga si Iman dan si Amin masih normal].
Tapi, dari penggunaan kata ‘cemburu’, kedua kalimat tersebut berbeda.
Kenapa sih ngebahas ini?
Karena kata ‘cemburu’ ini ga selalu digunakan dalam kalimat dengan konteks ‘pria-wanita’.
Terkadang penggunaan kata ‘cemburu’ ini mengakibatkan kerancuan.
Kembali ke kedua opini dari kami berempat. Yang bener yang mana dong? [ngapain sih, ga penting ini]
Apakah salah satu dari keduanya benar?
Atau, dua-duanya bener?
Bingung
Tanya google…
Searching pun dilakukan dengan keyword ‘cemburu kepada’. Hasil yang diperoleh:
1. Cemburu kepada mantan kekasih
Hmm, mantan kekasih tuh normalnya lawan jenis kan ya? So, keknya kalimat pertama ini berarti si penulis ga suka mantan kekasihnya deket-deket orang lain [misal].
Kesimpulan : Kalimat pertama ini pro opini kedua [yesss!!]
2. Cemburu kepada Nabi
Nah konteks dari wacana ini adalah tentang seseorang yang cemburu pada nabi karena nabi memiliki wahyu. Nah, menurut saya, ini lebih pro opini pertama.
Kesimpulan : Kalimat kedua ini pro opini pertama
3. Allah cemburu kepada hamba-Nya
Allah mencintai hamba-Nya. Jika demikian, menurut saya, kalimat ini pro opini kedua
Kesimpulan : Kalimat kedua ini pro opini kedua
4. Aisyah bertutur tentang cemburunya: “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Rasulullah”
Kesimpulan : Kalimat keempat ini pro opini kedua
Beuh, saya tetap yakin kalo opini saya bener. :p
Dari Sodara SekJen Internal, saya pun mendapat ide untuk mencari informasi melalui salah satu situs kamus besar bahasa indonesia online
Hasil yang diperoleh:
cem·bu·ru a 1 merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia — melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; 2 kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu — kalau suaminya pulang terlambat;
– buta sangat cemburu;
ber·cem·bu·ru v merasa cemburu;
ber·cem·bu·ru·an v saling bercemburu; saling mencemburui;
men·cem·bu·rui v cemburu kpd;
men·cem·bu·ru·kan v 1 cemburu kpd atau tt sesuatu; 2 menimbulkan rasa cemburu (curiga);
cem·bu·ru·an v 1 saling cemburu; 2 mudah cemburu;
ke·cem·bu·ru·an n 1 keirihatian; kesirikan; 2 kecurigaan; kekurangpercayaan
Hmm. Entah kenapa saya ga merasa puas.
Tetep bingung.
Kalo dari definisi ini sih, kedua opini itu bener.
Aaaaahhhh, tetep bingung [dan tetep yakin klo saya bener :p]
Gimana sih yang bener??
Ah. Gak penting ternyata.
Aku mah setujunya ama opini pertama
Comment by Lalala~ — 8 January 2009 @ 11:50 pm
Hahaha..Kan dr awal saya juga udh bilang,non..
(]
Pasti lagi stress kek si amel deh ini
[haha..tapi pelampiasannya masih mending lah, dibanding si amel yg maksa2 curhat. Tahpapa
Comment by kikirizki — 8 January 2009 @ 11:58 pm
ohh..
kiki lagi cemburu ama bintang ternyata..
Comment by Giri Kuncoro — 9 January 2009 @ 9:54 am
Tahpapa lah si Giri ini
Comment by kikirizki — 9 January 2009 @ 8:15 pm
gw masih setuju sama opini pertama ^^
lagian 4 contoh kalimat yang lu tulis tuh sebenernya semuanya pro opini pertama… coba baca lagi… (masih keukeuh)
hehehe
Comment by aidillapradini — 10 January 2009 @ 5:49 am
tahvava ini, belajar elka masih sempat2nya ngobrol aneh2.. :p
ga sah diributin deh. pasti kiki lagi cemburu ya? tapi orang yang dicemburuin ga tanggap jadi ya gitu deh, dibuat forum.
a -> b
b -> c
——
a -> c
^
apa2 lagi ini
Comment by Ardianeko — 13 January 2009 @ 11:29 pm
Baiklah Ki, sebagai teman yang baik, gw mewakilkan lo menjawab pertanyaan Ndok.
Ia Ndok, lagi cemburu…
cemburu berat banged….
dan dicemburuin juga….
tak kalah beratnya….
Comment by joice — 20 January 2009 @ 6:31 pm
@ Ai
(
Ahhh..ga terima
hehe..
@ Handoko
)
Ga lagi cemburu kok..Beneran deh
@ Jois
heh? gmn caranya cemburu dan dicemburui?
heu…gw g lagi cemburu
ada2 aja ah
Comment by kikirizki — 20 January 2009 @ 10:24 pm
giri kampret
Comment by bintang — 25 January 2009 @ 4:04 pm